100+ Game Mobile Terbaik 2019 Yang Bisa Kalian Mainkan Untuk Android Dan IOS!

Video game merupakan proyek yang besar sekaligus kompleks. Tak jarang membutuhkan dan sekelas film blockbluster dan tim berisikan ratusan orang. Tetapi tak menutup kemungkinan di luar sana tersedia developer yang nekat untuk lewati semua tahapan sukar bakal mengakibatkan video game seorang diri. Mulai dari modal uang,

visual, gameplay, cerita, musik dan kemungkinan promosi game, seluruhnya dilaksanakan sendiri, lebih-lebih kecuali tersedia campur tangan orang lain terhadap aspek tertentu, inti dari game berikut tetaplah dilaksanakan bersama dua tangan yang dimiliki sang kreator.

Tak tersedia modal dari publisher besar, visual cantik bersama resolusi tinggi, dan juga manpower yang besar, gameplay dan ide unik menjadi salah satu modal yang developer solo ini andalkan. Bagaikan judi, bisnis keras mereka mampu terbayar impas bersama keberhasilan atau justru terbuang sia-sia sebab gagal berkompetisi di

industri game yang makin lama kompetitif. Pada list kali ini, kami membicarakan 14 game yang berhasil menggapai standing mainstream meski bersama modal one-man army. Tanpa panjang lebar lagi, berikut game yang dimaksud:

1. Minecraft

Minecraft kemungkinan tak pantas ulang disebut “indie” usai menjadi powerhouse punya Microsoft. Tetapi semua perihal selalu berawal dari nol dan untuk Minecraft sendiri, game diawali dari kreasi satu pria Swedia – Markus “Notch” Perrson.

Minecraft terinspirasi oleh beberapa game seperti Dwarf Fortress, Dungeon Keeper dan termasuk Infiminer. Memadukan aspek membangun, menambang dan eksplorasi di dunia yang selalu berubah-ubah, Minecraft merasa dilaksanakan cuma bermodalkan engine Java. Kesuksesan versi awal game mengakibatkan Markus mampu

membangun studio sendiri bernama Mojang. Setelah menggapai kepopuleran akibat Youtuber sekaligus anjuran gamer secara online, Minecraft tetap diperbarui hingga selanjutnya dirilis secara penuh terhadap th. 2011 sekarang.

Sukses di PC, game sesudah itu dapatkan port untuk segala macam platform modern yang mampu engkau pikirkan. Alhasil, game kini masuk kedalam daftar tidak benar satu game terlaris dunia saat ini.

Tak lama sehabis versi penuh dirilis, Notch terlihat dari Mojang dan kreasinya kini diambil alih pakar oleh Microsoft. Meski tanpa keterlibatannya lagi, Minecraft hingga sekarang masih tenar dan tetap mendapatkan konten baru sehingga game tetap segar di mata para veteran dan juga pemain baru.

2. Cave Story

Cave Story merupakan game ciptaan Daisuke “Pixel” Amaya. Pertama kali dirilis terhadap th. 2004 untuk PC, sesudah itu disusul bersama beragam port untuk PSP, Wii hingga Nintendo Switch. Amaya memogram, mengilustrasi, mendesain dan lebih-lebih mengakibatkan sendiri komposisi musik dari game. Semuanya dilaksanakan terhadap saat senjanya merasa dari saat masih kuliah hingga mendapatkan pekerjaan tetap.

Cave Story diciptakan sebagai apresiasinya terhadap video game yang sudah menghiburnya selama masa kecil. Game pertama kali dirilis secara gratis di Jepang secara online dan tak disangka game menarik banyak perhatian gamer disana saat itu hingga tersebar ke negara barat. Popularitas Cave Story mendorong publisher untuk merilis

ulang game secara berbayar. Keberadaan versi premium ini tak menuai respon jelek mirip sekali oleh fans. Malah justru mereka suka menyaksikan mereka kini mempunyai opsi untuk membantu secara finansial kreator dibalik game yang diangap sebagai tidak benar satu Metroidvania terbaik selama masa.

3. Tetris

Dianggap sebagai tidak benar satu game paling berpengaruh di dunia, Tetris pertama kali dibuat terhadap th. 1984 di Uni Soviet. Alexey Pajitnov yang terhadap saat itu berkerja sebagai petugas riset Artificial Intellegence di Moskow, mencoba dambakan bereksperimen bersama perangkat baru yang ia dapatkan namun di saat yang mirip dambakan melakukannya bersama langkah yang ia anggap menyenangkan. Dia memogram sebuah game berbasis text-based yang terinspirasi dari sebuah permainan papan bernama Pentominoes. Dari keisengannya ini, terciptalah game yang kami kenal sebagai Tetris.

Setelah dipertunjukkan kepada rekannya di kantor, seluruhnya menyukai dan lebih-lebih ketagihan bersama game simple yang diciptakan Alexey tersebut. Kemudian teman kerjanya, Vadim Gerasimov, mengakibatkan port dari game yang mirip untuk IBM PC. Tetris didalam saat singkat menarik perhatian banyak orang di Moskow sesudah itu ke beberapa negara Eropa lainnya.

Sayangnya sebab Pajitnov saat itu masih diperkerjakan oleh pemerintah ?Soviet, dia tak mendapatkan royalti apa-pun dari keberhasilan Tetris. Alexey Pajitnov memutuskan untuk ganti ke Amerika Serikat dan membentuk Tetris Company di th. 1996. Beberapa dekade kemudian, Tetris hingga kini masih mendapatkan iterasi baru seperti Tetris Effect dan juga Tetris 99 yang kombinasikan gameplay ikonik Tetris bersama battle-royale yang tengah naik daun.

4. Undertale

Dirilis terhadap 15 September 2015, Undertale berhasil “meledakkan” internet dan ciptakan fanbase besar didalam saat yang terlalu singkat. Tak cuma sebab cii-ciri dan dialog menghibur, game dari Toby Fox berikut termasuk menawarkan proses ethical di mana anda mampu selesaikan game tanpa harus membunuh NPC apapun. Konsep ini seakan menjadi tamparan keras kepada JRPG yang notabene mendorong pemain membunuh tiap makhluk yang mereka temui meski ia terlihat tak seperti musuh berbahaya.

Toby Fox awali karirnya sebagai desainer game melalui romhack game JRPG klasik Nintendo – Earthbound. Lewat pengalamannya mengakibatkan romhack game tersebut, dia mengawali kickstarter untuk Undertale dan berhasil menggapai dana sebesar $51,124 dari 2400 backer. Tanpa disangka, game yang 90% dia bangun sendiri ini viral dari minggu pertama rilis. Bermodalkan Youtuber dan forum internet, Undertale tak cuma menjadi game indie bersama komunitas besar dan juga bahan clickbait para Youtuber, namun termasuk menjadi tidak benar satu ikon untuk industri indie modern.

Undertale termasuk berhasil menjadi tidak benar satu game indie yang mampu masuk kedalam Super Smash Bros – game fighting yang merupakan crossover beragam cii-ciri game ikonik terutama dari Nintendo. Mungkin cii-ciri ciptaannya Sans cuma masuk ke game sebagai kostum semata, namun tak menutup rasa bangga yang ia dapatkan bakal peluang tersebut.

5. Stardew Valley

Game ini dibuat seorang diri oleh seorang desainer bernama Eric Barone atau sering dikenal termasuk sebagai ConcernedApe. Pada th. 2011, Eric menjadi lulusan dari Universitas Tacoma Washington bersama jurusan pc sains. Sayangnya Eric tak mampu mendapatkan kerja di industri dan terpaksa kerja sebagai pelayan tidak benar satu teater di Seattle.

Dengan harapan dambakan mempertajam skill pc dan juga mendapatkan perkerjaan yang lebih baik, Eric memutuskan untuk mencoba mengakibatkan sebuah game. Stardew Valley awalnya direncanakan sebagai game fan-made Harvest Moon menyaksikan mutu franchise yang makin lama tak sadar dari th. ke tahun. Namun sebab tak mampu temukan seri Harvest Moon mana yang pantas untuk diombrak-ambrik, Eric memutuskan untuk mengakibatkan game orisinil yang memperbaiki semua kasus yang menurutnya mengganggu di franchise tersebut.

Dikerjakan seorang diri, Eric harus mengembangkan game selama 10 jam setiap harinya selama 4 tahun. Rasa skeptis tetap tumbuh terhadap kerabat-kerabatnya bakal jalur karir yang Eric ambil ini namun tak mempedulikan apa yang mereka katakan, dia tetap kembangkan game hingga selanjutnya rilis terhadap awal th. 2016.

Game menggapai respon positif dari gamer tertentu pengagum Harvest Moon. Popularitas game tetap naik terutama bersama perilisan versi PS4, Xbox One, Switch dan lebih-lebih mobile. Kesuksesan Stardew Valley mendorong Eric mengambil industri game indie sebagai pekerjaan tetapnya dan kini ia tengah lakukan game keduanya sambil tetap memperbarui Stardew Valley terutama untuk mode multiplayer mendatang.

6. Dust : An Elysian Tail

Di luar dari voice acting dan juga soundtrack, Dust : An Elysian Tail didesain dan diprogram sendiri oleh Dean Dodrill. Seorang developer yang dulunya dulu mengakibatkan Artwork dan juga cutscene dari game buatan Epic Games, Jazz Jackrabbit 2. Pada awalnya, Dodrill berpikir game Dust ini bakal selesai didalam jangka 3 bulan, namun kenyatannya, game ini memakan saat 3 ½ th. untuk diselesaikan.

Pada awalnya termasuk Dodrill dambakan game ini menjadi action platformer bersama grafik 8-bit, mirip seperti game-game awal Castlevania. Namun dia berubah anggapan dan memutuskan untuk kenakan grafis yang lebih “kartun”. Selain Castlevania, Dodrill termasuk terinspirasi oleh game lain seperti Metroid, Golden Axe, dan Ys I dan II, yang seluruhnya merupakan game favorit dari Dodrill.

7. Papers, Please

Papers, Please dikembangkan oleh Lucas Pope yang dulunya dulu berkerja di Naughty Dog. Dia memutuskan untuk terlihat sehabis studio berikut fokus bersama Uncharted. Awalnya game ini direncakan sebagai proyek 6 bulan, bakal namun game selesai dikembangkan didalam saat 3 bulan lebih lama dari perkiraannya.

Inspirasi game ini diambil alih dari pengalaman hidup Pope sendiri. Sebagai seorang imigran ke Jepang yang sesekali termasuk berjalan ke beragam negara di Asia Tenggara, Pope pasti berkenan tak berkenan harus jalankan pemeriksaan kertas-kertas setiap kali terlihat masuk negara. Pengalaman ini membuatnya berpikir apabila mampu saja yang dihadapinya ditranslasikan menjadi ide untuk sebuah video game.

Awalnya Papers, Please dibuat dari perspektif orang yang dambakan terlihat masuk negara dan pemain harus pastikan izinnya mampu di terima melalui beragam cara. Akan namun ide berikut diombrak ulang dan Pope

mod apk memutuskan untuk mengambil alih perspektif game dari seorang pemeriksa di gerbang masuk. Kini misi yang harus dijalani pemain ialah meyakinkan setiap surat yang diajukan NPC benar dan pas sebelum saat lewat gerbang perbatasan.

Gamer berhasil menggapai beragam penghargaan, tidak benar satunya ialah penghargaan game simulasi terbaik dari BAFTA dan Game digital terbaik 2014 terhadap Games Developers Choice.

8. Roller Coaster Tycoon

Sebelum menjadi franchise besar dan termasuk menjadi tidak benar satu game paling dikenal dari genre tycoon, Roller Coaster Tycoon ternyata diawali dari satu desainer yang mengembangkan game pertama seorang diri bernama Chris Sawyer.

Saat ditunjuk oleh Hasbro Interactive untuk mengerjakan sekuel dari seri game tenar Transport Tycoon. Tetapi tak lama sesudah itu berubah anggapan dan dambakan kembangkan game baru yang berpusat bakal Roller Coaster. Alasan dari pergantian tema berikut tak lain dan tak bukan sehingga dirinya mempunyai alasan untuk mampu naiki atau “meriset” lebih didalam tentang roller coaster.

Game ini berhasil di pasaran dan Hasbro Interactive meraup $180 juta yang di mana $30 juta itu diberikan kepada Chris sebagai upah kerja kerasnya. Kesuksesan game pertama ini menjadikan RollerCoaster Tycoon franchise besar dan membuahkan beberapa sekuel.

9. Unturned

Minecraft dan DayZ merupakan dua game survival paling tenar di selama th. 2013 hingga 2015. Maka istilah “Minecraft campur DayZ” hampir banjiri katalog Steam selama th. tersebut. Tetapi dari semua game yang perkenalkan rencana demikian, Unturned menjadi tidak benar satu yang paling dikenal.

Dikembangkan oleh Nelson Sexton yang saat itu baru berumur 16 Tahun, Unturned merupakan game online survival bersama premis yang begitu simple dan klise namun bersama ciri khas yang spesial yang mengakibatkan pemain lumayan betah untuk selalu bermain.

Sebelum kembangkan Unturned, Sexton di awalnya merupakan pemain aktif dari Roblox dan ciptakan dua konten terpopuler di game berikut yakni Battlefield dan Deadzone. Pengalaman mengakibatkan ke-2 konten berikut menginspirasi Sexton untuk mengakibatkan game sebetulnya tentang open-world zombie terinspirasi dari popularitas DayZ dan Minecraft. Bermodalkan pengetahun programming yang ia pelajari sendiri, Unturned dirilis secara early access di Steam terhadap th. 2014. Karena keterbatasan pengetahuan dan juga game dikerjakannya sendiri, game baru mampu terlihat dari standing early-access terhadap th. 2017.

Popularitas Unturned kemungkinan perlahan tetap turun, namun setidaknya Nelson Sexton sudah kantongi banyak keuntungan dari game yang ia cari sadar sendiri langkah mengembangkannya.

10. Axiom Verge

Thomas Hepp merupakan sosok dibalik beberapa game seperti End of Nations, NFL Street, dan Tiger Woods PGA Tour, namun dibalik dari semua game tersebut, dirinya lakukan passion project sampingan yang dibuat terhadap saat kosongnya, game berikut ialah Axiom Verge – Game yang merupakan apresiasinya terhadap dua game legendaris Metroid dan Contra.

Pertama kali ditunjukkan terhadap th. 2011, game dapatkan perhatian gamer melebihi apa yang Hepp ekspektasi. Agar memenuhi ekspektasi gamer, Happ tumpahkan lebih banyak saat dan tenaga kedalam proyek sampingan ini dan juga tanggal rilis sengaja ditunda hingga 2013. Karena kasus teknis, game ulang ditunda hingga selanjutnya dirilis terhadap th. 2014 untuk Xbox 360 dan PC. Meski bersama saat kerja yang makin lama memadat, Happ selalu pertahankan Axiom Verge untuk menjadi proyek pribadinya sendiri.

Usaha selama 5 tahunnya ini mampu dikatakan berbuah manis. Axiom Verge berhasil menggapai respon positif dari gamer dan kritikus dan kesuksesannya ini mengakibatkan game dirilis di beragam platform lain seperti PS Vita dan Nintendo Switch.

11. Braid – Jonathan Blow

Jonathan Blow kembangkan Braid sebagai kritik kepada industri game yang makin lama lama makin lama mempedulikan apa yang tengah trend ketimbang passion dan ide baru. Proyek game puzzle ini memakan saat 3 th. untuk diselesaikannya dan dia berhasil biayai semua modal pengembangan seorang diri.

Blow pertama kali kembangkan game terhadap th. 2004 bersama artwork yang masih buruk. Setelah memenangkan penghargaan terhadap sebuah festival game yang berjalan di 2006 dan mengantongi duwit hadiah, Blow terdorong untuk tetap percantik game sebelum saat terlalu dirilis.

Meskipun terhadap selanjutnya Blow dibantu oleh seorang artis webcomic David Hellman untuk perbarui visual game, total game masih dikembangkannya seorang diri dan peran Hellman hanya mempermulus artwork yang Blow buat selama bertahun-tahun. Dirilis di th. 2008 untuk Xbox 360, Braid berhasil raup keuntungan $4 juta dollar yang tergolong tinggi untuk masa awal Xbox Live Indie. Tak cuma itu, Braid berhasil mendapatkan beragam penghargaan usai perilisan game.

12. Spelunky – Derek Yu

Spelunky dikembangkan oleh Derek Yu dan awalnya bermula sebagai freeware untuk PC sebelum saat selanjutnya dibuat remake untuk beragam console. Memadukan Super Mario Bros bersama La-Mulana, Spelunker dan pasti saja Indiana Jones, versi awal Spelunky mendapatkan respon positif oleh pengagum dan komunitas game sesudah itu aktif diskusikan game dan apa yang harus diperbaiki. Melihat potensi besar dari versi freeware, Derek Yu terhadap selanjutnya membangun studio sendiri dan kembangkan versi HD dari game yang mirip bersama visual baru dan juga beragam perbaikan sesuai bersama kritik dan anjuran fans.

Dirilis untuk Xbox 360 terhadap 2012 sesudah itu disusul bersama versi PC dan PS3 setahun kemudian, Spelunky terjual laris dan juga mendapatkan penghargaan dari beragam outlet tidak benar satunya PC gamer yang anugrahi game sebagai game terbaik PC 2013. Spelunky termasuk mampu dikatakan sebagai tidak benar satu pendorong popularitas genre roguelike di industri game indie modern. Sekuel kini tengah dilaksanakan oleh Derek Yu dan pengagum dari game pertama sudah tidak sabar untuk mainkan game ke-2 tersebut.

14. Touhou Project

Touhou Project merupakan game shoot-em-up yang dikembangkan oleh Team Shanghai Alice – sebuah tim asal Jepang yang berisikanhanya satu orang yakni ZUN atau Jun’ya Ota. Seorang diri ZUN memproduksi visual, musik, gameplay hingga kasus teknis game.

Dengan gameplay yang tak kenal ampun dan juga layar yang dibanjiri bersama peluru, Touhou Project sering menjadi game pertama yang terlihat di kepala gamer saat mendengar istilah “bullet hell”. Kombinasi gameplay sulit, desain cii-ciri yang buat suka pengagum anime dan juga musik yang catchy mengakibatkan Touhou tak cuma mempunyai satu atau dua sekuel namun belasan berserta bersama game-game spinoff bersama beragam genre yang berbeda-beda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top